Konfigurasi Jaringan Nirkabel (3)
Langkah Konfigurasi WLAN menggunakan Access Point
Langkah-langkah Konfigurasi Mikrotik (LAN):
- Interface ether1 akan dihubungkan dengan jaringan ISP atau Internet, misalnya pada kali ini network ISP adalah 192.168.10.0/24 maka kita harus mengkonfigurasi IP Address interface tersebut yang satu network dengan ISP misalnya adalah 192.168.10.89/24.
- IP Address PC Client akan dikonfigurasi menggunakan DHCP oleh Router Mikrotik.
- Default Route untuk menuju internet adalah 192.168.10.1 (misalnya), sesuaikan dengan ISP yang anda gunakan.
- Kemudian NAT Masquerade untuk menyamarkan alamat IP pada jaringan LAN PC Client dengan satu alamat IP Router interface yang terhubung dengan ISP (Internet) , dengan ini ISP dapat mengenali lalu lintas dari PC Client dan PC Client tidak terlihat di jaringan Internet, tujuannya juga untuk keamanan.
- DNS kita atur pada DNS Server google 8.8.8.8 ,203.6.148.2,dan 192.168.10.1
- Kita lanjut pada konfigurasinya, kali ini saya mengkonfigurasi Router lewat aplikasi WinBox via MAC Address. dan Client adalah Windows 8 menggunakan kabel utp.
- Pertama hubungkan port ether1 dengan kabel utp yang terhubung dengan ISP, kemudian untuk ether3 untuk dihubungkan pada PC Client. dan jangan lupa untuk menyalakan Router MikroTiknya.
- Pada Client sediakan aplikasi WinBox untuk meremote Mikrotik dan mengkonfigurasinya, lalu kita konfigurasi IP Address secara manual pada Client terlebih dahulu.
- Kemudian kita buka aplikasi Winbox dan buka tab Neighbors, klik tombol Refresh dan tunggu hingga muncul daftar Router MikroTik yang ada di jaringan lokal, jika sudah muncul klik Connect.

- Maka muncul jendela WinBox seperti ini.

- Menghubungkan Router dengan Internet.
- Pertama kita atur IP Address pada Interface yang terhubung dengan ISP, caranya klik Menu IP > Addresses > tanda (+), kemudian masukan alamat IP-nya misalnya 192.168.10.89/24.

- Kemudian testing dengan melakukan PING pada alamat IP ISP atau gateway, caranya buka menu Terminal untuk masuk mode CLI, kemudian ketikan PING [alamat IP].
- Kemudian konfigurasi default Route 0.0.0.0/0 dengan Gatewaynya adalah alamat IP Gateway ISP, misalnya kali ini adalah192.168.10.1. Caranya pada menu IP > Routes > New (+). Lalu ketikan alamat IP Gateway-nya.

- Kembali buka terminal untuk melakukan uji coba koneksi ke Internet, kita coba PING DNS Server google 8.8.8.8.

- Kemudian atur DNS Server ke Server google. Caranya klik IP > DNS Ketikan alamat IP 8.8.8.8 dan centang Allow… agar Router juga bisa bertindak sebagai DNS Server.

- Kita uji kembali dengan melakukan PING pada sebuah URL misalnya ping google.com.

- Menghubungkan Client ke Internet
- pertama kita buat DHCP agar Mendapatkan ip secara otomatis ,dan juga dapat di buat bridge agar semua port dapat terhubung tanpa menyetingnya.

- pertama kita buat DHCP agar Mendapatkan ip secara otomatis ,dan juga dapat di buat bridge agar semua port dapat terhubung tanpa menyetingnya.
- Kemudian kita konfigurasi NAT Masqurade untuk menerjemahkan/menyamarkan IP Address pada jaringan LAN yang menjadi alamat IP interface Router yang terhubung dengan ISP atau internet sehingga dapat dikenali, dan juga untuk tujuan keamanan. Caranya adalah klik menu IP > Firewall > NAT.


- Setelah itu kita buat DHCP Server pada Router ini, dengan DHCP Server setup. Caranya klik IP > DHCP Server > DHCP Setup.
Pertama kita tentukan interface yang ingin diberi DHCP, Interface nya adalah ether3 untuk PC Client, setelah itu klik Next.Kemudian network untuk DHCP Server,yaitu 192.168.10.0.Gateway untuk PC Client, alamat IP Router.

- Alamat IP yang akan diberikan pada Client.

- Kemudian DNS Server atur pada alamat IP Interface ether3 saja.

- DNS yang dapat digunakan yaitu sesuai dengan yang tersedia di tempat tersebut misalnya 8.8.8.8 ,203.6.148.2,dan yang di atas.
- Lease time atau waktu kadaluarsa alamat IP yang diberikan pada Client.

- Testing Client
- Nyalakan PC Client yang satunya lagi, kemudian konfigurasi IP Address menjadi otomatis.

- Jika berhasil maka PC Client tersebut akan mendapatkan alamat IP DHCP Secara otomatis.

- Untuk mengakhirinya kita coba browsing pada PC CLient ini.
Setting TP-LINK CPE220 Sebagai Access Point Agar Lebih Stabil
Sebelumnya, disini LewatOnline.com memberikan tutorial cara konfigurasi berdasarkan penerapan dan percobaan di lapangan untuk hasilnya bisa saja berbeda karna beberapa sebab seperti interferensi di area masing-masing, tinggi pemasangan antena, dan halangan yang ada di sekitar.
Namun, ini bisa dijadikan sebagai referensi untuk dicoba dan tidak ada salahnya.
Langkah-langkah :
1. Setting awal / pertama kali dengan mengakses IP default TP-Link CPE220 192.168.0.254 (Pastikan sudah disetting pada laptop/pc dengan IP yang satu jaringan) lalu memasukan username dan password admin / admin, jangan lupa untuk Region pilih China dan klik Login
2. Buat username dan password baru sesuai keinginan dan klik Finish3. Pilih menu Network kemudian ganti IP Address LAN sesuai dengan jaringan kamu, disini LewatOnline.com contohkan mengisi IP Static 10.10.10.69 dan isian yang lainnya bisa disesuaikan dengan IP Networknya lalu Apply
4. Klik OK untuk menyimpan
5. Akses kembali halaman konfigurasi dengan membuka IP LAN yang sudah diganti, lalu masuk ke menu Wireless
6. Pastikan mode sudah berada di Access Point karna kita akan menyetting sebagai AP atau pemancar sinyal wifi, pada bagian Wireless silakan masukan nama SSID dan password yang diinginkan.
Ubah Region ke China atau Test Mode jika awalnya Indonesia, dan Transmit Power isi sesuai keinginan, lebih besar lebih bagus karna akan menambah kekuatan dalam memancarkan sinyal.
Untuk speed bandwidth Max TX Rate sesuaikan dengan kebutuhan, Channel / Frequency juga gunakan yang diinginkan.
Dan untuk MAXtream ini sifatnya opsional fungsinya untuk meningkatkan kapasitas throughput dan performa latency, jika perangkat penerima juga sama TP-LINK CPE220 atau berteknologi MAXtream bisa diaktifkan namun jika perangkat penerima berbeda merk silakan dinonaktifkan karna tidak akan bisa terkoneksi.
Aktifkan MAXtream jika memang semua perangkat yang terhubung sama-sama CPE 220 dan pengaplikasian untuk topologi PTMP (Point To Multi Point) atau lebih dari 1 titik/antena.
Setelah itu klik Apply untuk menyimpan konfigurasi, dan selesai Access Point CPE 220 sudah dapat digunakan.




Komentar
Posting Komentar